Thursday, April 21, 2011

She was

Posted by irnasofia at 9:50 PM 2 comments Links to this post
Her schooldays just as fun as everybody else, but in her laughter, there was something that she held. And it happens three years ago, when she met the white coat for the physical examination. After complaints of discomfort of her chest, and that old man told her that her thoughts were true. And, she had it. She never thought that she would have to suffer from this. All she did was crying and sobbing, blaming herself from this fate. She didn’t think that someone cheeky like her had this, and surely it would be a problem yet trouble for her. But one day, after months of gloomy she told someone. And that person told her everything she never heard. God loves her! That’s why she was given this opportunity to grief, to be listening by her God. Her God needs her to hear her plea, to hear her sobbing. From that day onwards, she becomes bold. She promised herself that she had to be strong, because she had her family that was longing for her, hoping and praying for her. She shouldn’t be this weak, that wasn’t her. After that, all those physick wasn’t a problem for her. Thousand of tablets were consumed, because she wanted to be like she was, before she had this. And, in a week, there would be a day or more she had to skipped the school, it’s not what she really like. She had to met the white coat, listening to him and that’s hurts her. And the rumors in her class, begins chattering about her missing in class, about her paleness, about the tablets. She didn’t even know that her classmates had their eyes on her. She never knew that her teacher was watching her far. She never knew about it. She pretended to be fresh, but she can’t fool people around her.

Days and days had passed, her routine on that big purple building, a building that was built for someone who had the same reasons as her, and every single week, she had to be there, with the water to flow, and the sisters had to take care of her. She had to be there, and whenever she was, the next morning that she knew, she had to attend the school the very first morning. Although she not so in pink, but she had to do it, for her future, she didn’t want this routine would be the reason why she was left behind in her studies. Sometimes, when she really can’t get up from bed, that’s the only reason why she didn’t attend the schooldays. Her friends were asking, but she never had the truth. It’s not that she didn’t want to tell anyone, but she didn’t want this thing would sadden all their friends. And she really couldn’t have the face when they’ll knew about this. She can’t. And she holds it. Just for herself.

And she knew that she had to make something to getting better, something that could relieve her from this routine and stuffs. And had to do it, but she didn’t think she’ll make it, she hold it, waited for the next few month, it should be in the month of June at it should be done in that short date. She won’t, she won’t listen to the white coat. She waited, and have her daily routine as always, but it came and disturbing her daily life. Even a walk would be hard for her, and taking stairs would be a major problem to her, she was in deep vain. But she had to face it; otherwise she would lying on the ground whenever it came.

Time passes, in the first January, she had it. Only God knew how frightened she was. After 4 hours in the battle, she out from the cozy blue room, being pushed while all the wires when on her. She didn’t even breathe on her own, but the next few hours, she woke up. She’s so grateful to be back. And Alhamdullilah, everything runs smoothly. Only tears of relieve that the only thing she knew at that time.

Up till today, she still went to that purple building, and still had the smile on her face, as she always had.

Saturday, April 9, 2011

Psikologi Tahap Tertinggi

Posted by irnasofia at 7:18 PM 2 comments Links to this post

salam.
i'd stalking on the Nadia Amran's blog and i found this test.
i did this test and here the result goes. :)

Disorder

Rating

Information

Paranoid:

Low

more info | forum

Schizoid:

Low

more info | forum

Schizotypal:

Low

more info | forum

Antisocial:

Low

more info | forum

Borderline:

Low

more info | forum

Histrionic:

High

more info | forum

Narcissistic:

Moderate

more info | forum

Avoidant:

Moderate

more info | forum

Dependent:

High

more info | forum

Obsessive-Compulsive:

High

Paranoid: Paranoid personality disorder is a psychiatric diagnosis characterized by paranoia and a pervasive, long-standing suspiciousness and generalized mistrust of others.

Those with the condition are hypersensitive, are easily slighted, and habitually relate to the world by vigilant scanning of the environment for clues or suggestions to validate their prejudicial ideas or biases. Paranoid individuals are eager observers. They think they are in danger and look for signs and threats of that danger, disregarding any facts. ( Waldinger, 1997). They tend to be guarded and suspicious and have quite constricted emotional lives. Their incapacity for meaningful emotional involvement and the general pattern of isolated withdrawal often lend a quality of schizoid isolation to their life experience.[1]

Gejala

Beberapa gejala yang ditunjukan dalam gangguan kepribadian paranoid antara lain adalah:

1. Kecurigaan yang sangat berlebihan.

2. Meyakini akan adanya motif-motif tersembunyi dari orang lain.

3. Merasa akan dimanfaatkan atau dikhianati oleh orang lain.

4. Ketidakmampuan dalam melakukan kerjasama dengan orang lain.

5. Isolasi sosial.

6. Gambaran yang buruk mengenai diri sendiri.

7. Sikap tidak terpengaruh.

8. Rasa permusuhan.

9. Secara terus menerus menanggung dendam yaitu dengan tidak memaafkan kerugian, cedera atau kelalaian.

10. Merasakan serangan terhadap karakter atau reputasinya yang tidak tampak bagi orang lain dan dengan cepat bereaksi secara marah dan balas menyerang.

11. Enggan untuk menceritakan rahasia orang lain karena rasa takut yang tidak perlu bahwa informasi akan digunakan secara jahat untuk melawan dirinya.

12. Kurang memiliki rasa humor.

CONCLUSION: memandangkan mine punya result di atas menunjukkan tahap low, saya tak paranoid okay! Tapi kadang kadang ye kot, lebih-lebih lagi yang NO 2 tuh. Hoho. Kadang kadang laaa~ I suka orang yang santai okay!

Schizoid:

Penderita kepribadian ini adalah tertutup, mengucilkan diri dan menyendiri. Mereka secara emosi dingin dan menjauh kehidupan sosial.

Mereka seringkali tertarik pada pemikiran dan perasaan mereka sendiri dan takut berhubungan secara intim dan dekat dengan orang lain.

Mereka bicara sedikit, sering melamun, dan lebih suka membicarakan teori ketimbang melakukan aksi.

CONCLUSION: saya tak suka bersendiri. Kadang-kadang, ya I need spaces for myself, t upon tak sampai pon sejam. Lagipun I love making new friends, memang obviously la result shows camtuh. J

Schizotypal:

Penderita gangguan ini sama seperti penderita kepribadian skizoid, secara sosial dan emosi memisahkan diri. Ditambah, mereka berkomunikasi, merasa, dan berpikir yang aneh.

Sementara itu keanehan tersebut mirip dengan penderita skizoprenia, dan kadang-kadang kepribadian ini ditemukan pada penderita skizoprenia. Sebelum mereka sakit. Beberapa penderita menunjukkan tanda berupa pemikiran magis- berkeyakinan bahwa aksi tertentu dapat mengontrol sesuatu yang jelas-jelas tidak ada hubungannya.

Sebagai contoh, penderita mungkin percaya bahwa nasib jelek akan benar-benar terjadi jika mereka berjalan di bawah tangga atau dia dapat menyebabkan bahaya bagi orang lain dengan berpikir untuk marah. Penderita gangguan ini mungkin juga memiliki pemikiran paranoid.

CONCLUSION: sah sah dah tak de bende ni sebab result shown low on the paranoid n schizoid. Bahaya bende neh, boleh bunuh orang woo! Ni la yang menyebabkan orang bunuh orang konon konon ade kuasa suh dia buat camtuh. Ni la yang terjadi kat seorang bapak yang penggal kepala anaknya kat sungai keladi dulu. Seram!

Borderline:

Penderita dengan kepribadian ini, seringkali wanita, tidak stabil pada kesan dirinya, suasana hatinya, perilakunya atau hubungan interpersonalnya (yang seringkali heboh dan hebat). Kepribadian ini menjadi jelas terlihat pada usia dewasa muda, tetapi biasanya hilang seiring bertambah umur. Orang dengan kepribadian ini seringkali kehilangan perhatian yang cukup sewaktu masa kanak-kanak, sehingga mereka merasa kosong, marah, dan membutuhkan pengasuhan. Ketika seorang dengan kepribadian ini merasa butuh perhatian, mereka tampak kesepian dan seperti terlantar, sering minta bantuan untuk depresinya, melecehkan, gangguan makan, dan habis dianiaya. Namun demikian, ketika mereka takut ditinggalkan oleh orang yang perhatian, suasana hatinya berubah secara dramatis. Mereka seringkali menunjukkan marah yang tidak tepat dan hebat, diiringi dengan perubahan ekstrim dalam cara pandang mereka terhadap dunia, diri sendiri, dan orang lain berubah dari hitam menjadi putih, benci jadi cinta, atau berubah sikap jadi baik tetapi tidak pernah bersikap netral. Orang dengan kepribadian ini yang merasa ditinggalkan dan kesepian mungkin heran apakah mereka benar-benar ada (sehingga mereka merasa tidak nyata). Mereka dapat menjadi benar-benar impulsif, terlibat perzinahan secara sembarangan atau pelecehan diri. Terkadang mereka begitu jauh dengan kenyataan dimana mereka memiliki episode singkat berpikir psikotik, paranoid dan halusinasi. Orang dengan kepribadian ini biasanya diketahui oleh dokter yang merawatnya pertama kali, lalu mereka cencerung mengunjungi dokter secara teratur sesuai dengan pengobatan yang direkomendasikan. Gangguan kepribadian ini juga merupakan gangguan kepribadian umum yang diobati oleh psikiater karena orang dengan gangguan ini mencari perawatan untuk dirinya.

CONCLUSION: saya pun tak paham apa maksudnya. Tapi mcam kurang kasih sayang kot, so bila tak cukup kasih sayang biasanya dari kecik, jadi macam nil ah. Well, saya penuh kasih sayang okay! That’s why low dlm neh.muahahaha~


Histrionic:

Penderita kepribadian ini mencari perhatian dengan mencolok dan berprilaku dengan dramatis. Sikap ekspresif yang mereka jalani begitu mudah terjadi tetapi seringkali tampak dibuat-buat, kekanakan, dan berusaha menimbulkan rasa simpati atau perhatian (seringkali secara erotis atau seksual) dari orang lain.

Penderita gangguan ini cenderung bertingkah provokatif secara seksual atau menjadikan hubungan nonseksual menjadi seksual. Mereka mungkin sebenarnya tidak ingin melakukan hubungan seksual; tetapi tingkah laku mereka yang menggoda sering menutupi keinginan untuk terikat dan terlindungi.

Beberapa penderita juga bersedih tanpa alasan dan membesar-besarkan masalah fisik mereka untuk mendapatkan perhatian yang mereka butuhkan.

CONCLUSION: emm, no comment. Ntah, orang kata saya mcam budak budak, saya rasa saya biasa-biasa je. Dapatkan perhatian? What theeeee~~~~

Narcissistic: memberi definisi dari narcissistic personality disorder (NPD/Penyakit kepribadian Narsisistik) sebagai “sebuah pola penyebaran perasaan hebat (dalam khayalan atau tingkah laku), kebutuhan utk dikagumi atau dipuja-puja dan kurangnya empati, biasanya dimulai dari awal masa dewasa dan ada dalam konteks bermacam2.” (reference 80, p. 61)

CONCLUSION: ni macam perasan bagus la jgak, well self esteem tinggi nk buat macam mna.hahaha. tapi naseb baek tahap moderate je, so takde la perasan bagus sgt kan? Lagipun tak salah kot perasan bagus ni, (sikit sikit boleh la) boleh la kita motivate sikit diri tuh, takde la kat takuk yg sama je kan?


Obsessive Compulsive Disorder (OCD):
merupakan penyakit yang menyerang mental yang ditandai dengan ciri-ciri melakukan berpikir berulang-ulang dan melakukan perbuatan yang berulang-ulang.
Sebagai contoh, seseorang yang selalu berpikir bahea kompor di rumah belum dimatikan padahal dia sudah mematikannya. Dalam acara Oprah Winfrey Show ada beberapa contoh kasus yang bias dibilang parah. Bagaimana tidak? Karena orang tersebut bahkan takut buang air di closed, dan dia memilih buang air di kebun rumahnya.
Oke, biar lebih tahu kita akan bahas mulai dari gejala OCD hingga treatment yang cocok.
Gejala

Ada beberapa gejala yang sering muncul pada penderita OCD:

  • Melakukan tindakan yang berulang-ulang,hal ini dapat kita lihat ketka seorang OCD mencuci tangan berkali-kali, membasuh kaki berkali kali dan sebagainya.
  • Selalu resah, Penderita OCD tidak dapat lepas dari resah. Ada saja pikiran negative atau jangan-jangan. Sebagai contoh, ketika penderita OCD pergi keluar rumah mereka akan berpikir jangan-jangan kompor belum dimatikan. Jangan-jangan kunci pintu ketinggalan di gagang pintu,dsb.
  • Melakukan ritual-ritual yang aneh, Dalam film Aviator si Howard (penderita OCD) melakukan ritual dengan membakar seluruh bajunya dan menuangkan air seninya ke dalam botol lalu dikumpulkan.
  • Suka dengan benda-benda simetris
  • bimbang perihal kuman dan bakteri

CONCLUSION: ye ke? Ntah laa, takde la thap kronik camtuh, sometimes je kot. Kalau iron bju, iron sampai puas hati, kalau basuh pinggan mesti tgk betul2 sampai 2 kali. Tu je kot. Takde la kronik semacam. N for sure takde la sampai buat ritual-ritual pelik macam yg disebut kat atas.


yang borderline uh tak jumpa mksudnya.hahaha. well, so far i'm mentally healthy okay!

-soronok gak buat bende2 macam ni kadang-kadang-

 

rain drops. Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review